Selasa, 24 Maret 2015

Filosofi Ubuntu: Makna Ajaran Kemanusiaan dari Afrika

Filosofi Ubuntu: Makna Ajaran Kemanusiaan dari Afrika

 ubuntu


Mungkin dunia akan menjadi tempat yang lebih damai jika kita lebih menekankan sikap saling menghargai dan toleransi seperti apa yang diajarkan oleh filosofi Ubuntu.
Kata ‘Ubuntu’ berasal dari salah satu dialek Bantu Afrika dan diucapkan sebagai uu-Boon-too.
Ubuntu merupakan filosofi tradisional Afrika yang menawarkan pemahaman tentang diri kita dalam hubungannya dengan dunia.
Menurut Ubuntu, terdapat ikatan antara sesama manusia dan melalui interaksi dengan sesama manusia itulah kita menemukan kualitas diri kita sebagai manusia.
Atau seperti yang dikatakan orang Zulu sebagai, “Umuntu Ngumuntu Ngabantu”, yang berarti bahwa seseorang menjadi seseorang melalui orang lain.
Dengan kata lain, kita menegaskan kemanusiaan kita saat kita mengakui dan menghargai orang lain.
Pemenang Nobel Perdamaian Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan menjelaskan Ubuntu sebagai:
“Ini adalah inti dari manusia. Ini berbicara tentang fakta bahwa kemanusiaan saya terikat erat dalam kemanusiaan Anda.
Ubuntu berbicara tentang keutuhan, berbicara tentang kasih sayang. Seseorang dengan Ubuntu akan terbuka, ramah, hangat, murah hati, dan bersedia untuk berbagi.
Orang-orang yang mengamalkan Ubuntu akan bersikap terbuka dan bersedia membantu orang lain, bersedia mendukung yang lain, dan tidak merasa terancam karena mengetahui bahwa mereka termasuk dalam keseluruhan yang lebih besar.
Orang-orang seperti ini akan merasa sakit bila orang lain dihina, sedih bila orang lain tertindas, dan merasa gelisah ketika orang lain diperlakukan semena-mena.
Kualitas Ubuntu memberikan orang kekuatan, memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan tetap menjadi manusia saat orang lain berusaha merendahkan mereka. “
Aspek Religius
Bagi banyak orang Afrika, sementara mereka terbagi dalam berbagai kelompok masyarakat, tradisi dan ritual, Ubuntu tetap memiliki makna religius yang kuat.
Secara umum, keyakinan Afrika didominasi atas kepercayaan bahwa nenek moyang terus berada di antara yang hidup dalam bentuk roh dan menjadi perantara ke Roh Ilahi.
Oleh karena itu, penting menghormati leluhur karena suatu saat manusia yang hidup sekarang akan mati dan menjadi roh leluhur.
Prinsip Ubuntu menjamin keselarasan antara orang yang masih hidup dengan orang-orang yang sudah meninggal.
Aspek Politik
Sejak kejatuhan Apartheid di Afrika Selatan, Ubuntu sering disebutkan dalam konteks politik untuk mewujudkan rasa persatuan.
Prinsip Ubuntu menjadi relevan karena dalam sistem politik yang setara, setiap individu memiliki suara yang sama dalam menentukan setiap aspek kehidupan politik.
Aspek Sosial
Konsep Ubuntu amat relevan dalam kaitannya dengan masyarakat dunia yang terdiri dari bermacam ras dan suku bangsa.
Akan lebih mudah mengidentifikasi orang yang berbeda dengan idiom ‘kita dan mereka’. Jelas lebih sederhana menilai orang lain berdasarkan stereotip yang sering menyesatkan.
Namun, jika kita menganggap orang lain yang berbeda sebagai sesama manusia, akan tercipta kesempatan yang lebih besar untuk mencapai pemahaman dan saling mengenal.
Karena dalam filososfi Ubuntu, suka atau tidak, semua manusia sebenarnya saling berhubungan.[]
sumber : http://www.amazine.co/21982/filosofi-ubuntu-makna-ajaran-kemanusiaan-dari-afrika/

REVOLUSI INDUSTRI

REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi Industri
Revolusi Industri digunakan untuk menyebut periode dari sekitar tahun 1750 hingga tahun 1900.
Periode tersebut ditandai dengan perubahan besar pada aspek sosial dan ekonomi, terutama dari era pertanian ke manufaktur.
Revolusi Industri didahului dengan revolusi di bidang pertanian, dengan ditemukannya bor benih Tull yang mempersingkat masa tanam serta berbagai penemuan lain.
Banyak pekerja pertanian yang kemudian kehilangan pekerjaan dan harus merantau ke kota agar tetap bertahan hidup.
Revolusi di bidang pertanian kemudian disusul berbagai penemuan dalam industri tekstil yang menjadi penanda awal Revolusi Industri.
Berbagai mesin penemuan baru seperti “spinnning jenny”, “flying shuttle”, dan mesin uap membuat produksi tekstil bisa ditingkatkan secara drastis.
Berbagai mesin industri yang berukuran besar dan mahal membutuhkan investasi modal signifikan sehingga pemintalan dan penenunan tidak bisa dilakukan lagi di rumah-rumah biasa.
Akibatnya, kegiatan tenun skala rumah tidak mampu bersaing dengan pabrik tenun sehingga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencarian.
Kondisi ini lantas memicu gerakan massa yang disebut Luddites, untuk menyebut pengikut “Jenderal” Ned Ludd, yang masuk ke pabrik-pabrik dan menghancurkan mesin tenun.
Namun, usaha mereka terbukti sia-sia karena mekanisasi tidak bisa dibendung dan terus terjadi.
Revolusi Industri pertama kali terjadi di Inggris dan menyebar ke seluruh Eropa serta ke koloni Inggris di Amerika.
Di semua wilayah, nyaris tidak terdapat transisi yang benar-benar mulus. Orang-orang yang dulunya menjadi produsen -meski dalam skala rumah- kini harus bekerja di pabrik dan sering mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.
Kelas baru ini disebut sebagai ‘kelas pekerja’ yang memiliki sedikit kekuasaan sampai awal abad ke-20 saat serikat pekerja mulai bermunculan.
Revolusi Industri merupakan awal dari meningkatnya populasi di perkotaan, meninggalkan wilayah pedesaan semakin sepi yang berlanjut hingga saat ini.[]

Macam Pakaian pada Masa Romawi Kuno

Pakaian pada Masa Romawi Kuno

 pakaian romawi
Bangsa Romawi dikenal menggunakan beberapa jenis serat untuk membuat pakaian mereka.
Berbagai bahan serat tersebut termasuk wol, linen, rami, dan beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kapas juga digunakan oleh orang Romawi.

Macam Pakaian pada Masa Romawi Kuno

1. Toga
Toga merupakan pakaian standar untuk semua orang Romawi. Toga terdiri dari kain panjang hingga mencapai 6 meter.
Toga terbuat dari wol dan dikenakan dengan dililitkan ke tubuh. Gaya pakaian ini sebelumnya telah digunakan sebagai pakaian resmi oleh orang Etruria.
Toga selalu dikenakan di atas tunik. Pada awalnya, toga digunakan untuk tujuan biasa tapi seiring waktu berlalu, pakaian ini hanya digunakan untuk acara resmi.
Hal ini kemungkinan karena toga terlalu rumit jika dikenakan sehari-hari.
Pada masa selanjutnya, toga segera menjadi representasi kewarganegaraan Romawi. Toga juga dianggap sebagai simbol perdamaian.
Toga memiliki banyak jenis seperti Toga Virilis (polos dan berwarna putih), Toga Candida (toga berwarna terang), dan Toga Praetexta (toga putih dengan garis ungu).
2. Stola
Stola hanya dikenakan oleh para wanita. Desain stola mengambil dasar dari toga.
Toga menyerupai selimut besar yang dililitkan ke tubuh sedangkan stola berbentuk persegi panjang.
Ketika disampirkan ke tubuh, stola membentuk pakaian panjang yang mencapai tanah.
Stola juga dikenakan di atas tunik.
3. Tunik
Bangsa Romawi juga mengenakan pakaian yang dikenal sebagai tunik dengan panjang sebatas lutut.
Tunik merupakan jenis pakaian yang longgar dan nyaman dan umumnya terbuat dari linen.
Perempuan yang belum menikah juga mengenakan tunik tapi dengan gaya berbeda.
Perempuan juga harus menutupi kepala mereka untuk menyesuaikan dengan adat dan tradisi.
Anak-anak juga mengenakan tunik sampai lutut. Tunik tersebut berwarna putih yang kadang dihias dengan pinggiran berwarna merah.
4. Jubah
Orang-orang Romawi juga menggunakan berbagai jubah sebagai bagian dari tradisi pakaian mereka.
Jubah seperti palla (dikenakan di atas tunik atau toga), panenula (jubah sederhana), laena (mantel ganda), dan lacerna (jubah militer) adalah beberapa jenis jubah yang lazim yang digunakan.
5. Aksesoris
Bangsa Romawi amat memperhatikan penampilan. Selain pakaian, mereka juga mengenakan berbagai aksesoris termasuk tata rambut.
Perempuan banyak mengenakan kalung, gelang, dan perhiasan lainnya, sedangkan kaum laki-laki memakai cincin yang dihias batu permata.
Rambut juga ditata sedemikian rupa. Penggunaan rambut palsu diduga sudah mulai menjadi praktik umum untuk meningkatkan ketebalan rambut.
Selain pakaian, alas kaki juga melambangkan status seseorang di masyarakat.
Sandal orang Romawi memiliki sol kulit dan tali yang diikat ke pergelangan kaki agar tidak mudah lepas.[]

Impresionisme

Impresionisme
 lukisan impresionisme
Impresionisme adalah gerakan seni yang muncul pada abad ke-19 di Perancis.
Kritikus Louis Leroy menciptakan istilah ini saat menyindir Impression, sebuah karya seni ciptaan Claude Monet.
Claude Monet lantas diakui sebagai sala satu pelopor Lukisan Impresionis Prancis.
Seni impresionisme adalah gaya lukisan yang ditandai dengan sudut visual yang unik, sapuan kuas mencolok, dan komposisi terbuka.
Bentuk seni ini menekankan pada perubahan pola cahaya untuk menunjukkan berlalunya waktu.
Lukisan impresionisme memberi kesan bahwa sebuah objek ditangkap secara sambil lalu.
Itu sebab, lukisan memiliki detail yang rendah dengan lukisan sering berwarna cerah dan melibatkan unsur gerakan.
Impresionisme dari periode awal melampaui pakem lukisan tradisional.
Terinspirasi oleh seniman seperti Eugene Delacroix, pelukis impresionis lebih mendasarkan lukisan mereka pada sapuan warna daripada garis.
Pada masa sebelumnya, lukisan lebih banyak dilakukan di dalam ruangan.
Pelukis Prancis seperti Gustave Courbet dan Theodore Rousseau lantas membuka jalan untuk impresionisme dengan memperkenalkan seni luar ruangan.
Impresionisme adalah yang pertama membawa subjektivitas pada lukisan. Seni Jepang juga memberikan kontribusi terhadap munculnya impresionisme.
Lahirnya Impresionisme
Pada pertengahan abad ke-19, Academie des Beaux-Arts mendominasi dunia seni Perancis.
Saat itu, karya seni terutama menggambarkan sejarah dan agama. Lukisan-lukisan menjadi tidak memiliki semangat dan kecerahan.
Academie berpandangan ketat terhadap gaya lukisan dan tidak mempromosikan seniman muda untuk membawa gaya dan semangat baru.
Academie secara rutin mengadakan pameran seni tahunan di mana majelis hakim menilai lukisan seniman dan memberi hadiah pada lukisan yang menjadi pemenang.
Para hakim menolak dengan tegas lukisan yang keluar dari pakem sehingga menekan kebebasan berekspresi sebagian seniman muda.
Pada tahun 1863, banyak lukisan seniman muda ditolak yang membuat Kaisar Napoleon III mesti turut campur.
Dia menyatakan bahwa penilaian lukisan harus dilakukan oleh masyarakat umum. Itu sebab, sang kaisar lantas mensponsori pameran yang menampung lukisan yang ditolak.
Pemeran tersebut dikenal sebagai Salon des Refuses yang menarik minat banyak orang dan mengarahkan lahirnya tren baru.
Para seniman meminta agar Salon des Refuses diadakan lagi pada tahun 1867 dan kemudian pada tahun 1872. Kedua permintaan tersebut ditolak.
Pada tahun 1873, Monet, Pierre-Auguste Renoir, Alfred Sisley, dan Camille Pissarro membentuk asosiasi Pelukis, Pematung dan Pemahat untuk menampung para seniman dan memamerkan karya mereka.
Pameran pertama diselenggarakan pada bulan April tahun 1874 yang menampilkan karya tiga puluh seniman.
Pameran ini mendapatkan banyak kecaman dari masyarakat serta harus berjuang menghadapi konflik internal.
Renoir akhirnya menentang impresionisme di tahun 1880-an. Pissarro adalah satu-satunya pelukis yang berpartisipasi dalam semua pameran impresionisme yang berlangsung delapan kali.
Durand Ruel, dealer para seniman sangat berperan membuat impresionisme populer. Impresionisme pada akhirnya semakin mendapat tempat di masyarakat.
Selain Renoir, Pissarro, Monet dan Sisley yang dapat dianggap sebagai pelopor impresionisme, seniman lain seperti Berthe Morisot, Armand Guillaumin, dan Frederic Bazille juga berkontribusi terhadap perkembangan impresionisme.
Edgar Degas dan Edouard Manet menganggap diri mereka bukan bagian impresionis, namun karya mereka berdua tetap dianggap terpengaruh impresionisme.
Sapuan kuas tebal untuk memberikan gambaran yang terlihat cerah, tepi yang lembut, dan penggambaran cahaya serta bayangan untuk mendapatkan tampilan yang alami merupakan karakteristik seni impresionisme.[]

Seni Surealisme

Seni Surealisme
salvador dali surealisme
Menyebut Salvador Dali tak akan lepas pertaliannya dengan dunia seni surealisme.
Surealisme tidak hanya sebuah bentuk seni tetapi merupakan gerakan budaya yang mempengaruhi berbagai aspek dari pemikiran politik hingga ekspresi seni dalam berbagai media seperti film, puisi, sastra, dan lukisan.
Memahami seni surealisme bisa cukup sulit, terutama tanpa memahami apa yang memicu gerakan ini, karakteristik utamanya, dan pendukungnya.
Seni Surealisme
Menjelang akhir Perang Dunia I, banyak seniman pindah dari Paris ke berbagai belahan dunia lain untuk mendukung gerakan Dadaisme.
Gerakan ini meyakini bahwa perang adalah hasil rasionalisasi berlebihan dan akibat peran golongan borjuis.
Pengikut Dadaisme memprotes perang dengan gerakan anti kemapanan seni yang bertujuan menentang pakem yang sudah ada.
Orang yang bisa disebut sebagai pendiri gerakan surealisme adalah Andre Breton yang menganggap gerakan ini sebagai sebuah bentuk revolusi.
Andre Breton mendefinisikan surealisme sebagai, “psikis murni dimana seseorang bisa mengekspresikan baik secara lisan, tertulis, atau dengan cara lain, fungsi sebenarnya dari pikiran. Surealisme mewakili ekspresi pemikiran dalam ketiadaan kontrol yang dikendalikan rasio, di luar semua keasyikan estetika dan moral. ”
Sangat dipengaruhi oleh teori-teori Freudian, seni surealisme merupakan cara mengekspresikan imajinasi seperti yang terlihat dalam mimpi.
Teori Freud yang berurusan dengan asosiasi bebas, analisis mimpi dan bawah sadar, sangat penting bagi seniman surealis.
Kebanyakan seniman gerakan ini mengklaim memiliki eksentrisitas tanpa harus menjadi gila.
Seperti dapat dilihat dari salah satu kutipan terkenal Salvador Dali, “Hanya ada satu perbedaan antara orang gila dan aku. Aku tidak gila.”
Karakteristik penting lain dari gerakan seni surealisme adalah penjajaran dari unsur-unsur yang jarang pernah tampil bersama-sama.
Tujuan di balik menggabungkan dua elemen yang berbeda tersebut adalah untuk menciptakan sesuatu yang mengejutkan dan mencengangkan.
Seniman surealisme memiliki tujuan membebaskan seseorang dari belenggu perilaku rasional, adat istiadat, dan tradisi.
Salah satu pelukis surealisme paling terkenal adalah Salvador Dali yang membantu mempopulerkan gerakan seni ini.
Saat mempelajari seni surealisme, Anda akan melihat ada banyak teknik yang terlibat, serta fokus besar pada konten.
Seni surealisme memiliki keyakinan bahwa karena bebas dari aturan, pikiran cenderung lebih imajinatif dalam ide-ide yang dihasilkannya.
Kebanyakan seniman yang melukis dalam bentuk surealis, menggunakan asosiasi bebas menggunakan salah satu dari dua metode berekspresi, Absolute Surrealism dan Veristic Surrealism.
Sementara yang pertama percaya pada ekspresi ide-ide dari pikiran bawah sadar, yang kedua berfokus pada menciptakan hubungan antara yang abstrak dan yang nyata.
Salvador Dali dikenal mempraktikkan veristic surrealism dengan sering menyandingkan objek dari dunia nyata dengan situasi imajiner.
Sulit untuk memahami gerakan surealisme tanpa melakukan studi mendalam.
Lukisan seperti Elle Loge La Folie, Indefinite Divisibility, atau The Elephant Celebes, adalah karya yang akan membuat audiens terkejut dan kagum akan inspirasi seni surealisme.[]

Woodrow Wilson

Woodrow Wilson
Woodrow Wilson
Woodrow Wilson menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat dari tahun 1913 hingga 1921.
Sebagai Presiden Amerika ke-28, dia dikenang karena reformasi progresif dan kepemimpinan internasional yang diperankannya.
Wilson memimpin AS selama Perang Dunia I dan menjabat dua periode sebagai presiden.
Lahir dengan nama Thomas Woodrow Wilson pada tahun 1865 di Staunton, Virginia, dia lulus dari College of New Jersey (sekarang Princeton University ) dan dari University of Virginia’s Law School.
Setelah meraih gelar doktor dari Johns Hopkins University, Wilson lantas mengajar ilmu politik.
Pada awal karirnya, dia mengajar di Bryn Mawr College, dekat Philadelphia, Pennsylvania.
Selanjutnya, Wilson mengajar di Wesleyan College di Connecticut sebelum menerima posisi di Princeton, di mana dia mengajar selama dua belas tahun sebelum menjabat presiden perguruan tinggi.
Karir politik Woodrow Wilson dimulai dengan keterpilihannya sebagai Gubernur New Jersey pada tahun 1910.
Dua tahun kemudian, dia dinominasikan sebagai Presiden Amerika Serikat oleh Partai Demokrat.
Kampanyenya, yang dikenal sebagai New Freedom, mempromosikan hak-hak individu dan negara.
Dikenal sebagai seorang idealis, penulis, pemikir, dan diplomat, Woodrow Wilson dijuluki sebagai “Schoolmaster in Politics.”
Karena keberhasilannya dalam memperluas kemampuan pemerintah federal untuk mengelola ekonomi, melindungi kepentingan warga, dan membentuk kebijakan luar negeri, Wilson dianggap sebagai salah satu presiden Amerika terbesar.
Undang-undang penting yang disahkan selama pemerintahan Wilson meliputi: Underwood Act, tentang pengurangan tarif; Federal Reserve Act, sukses menyediakan uang elastis bagi AS; dan peraturan anti monopoli sebagai cikal pendirian Federal Trade Commission.
Pada tahun 1916, Wilson mendukung undang-undang untuk melarang pekerja anak dan membatasi jam kerja pekerja kereta api hanya delapan jam sehari.
Pencapaian penting lain selama pemerintahan Wilson meliputi Revenue Act of 1913, Federal Farm Act of 1916, National Park Service Act of 1916, Jones Act of 1917, Espionage Act of 1917, dan Sedition Act of 1918.
Woodrow Wilson menikah dengan Ellen Louise Axson yang berasal dari Georgia dan putri seorang pendeta Presbyterian pada tahun 1885.
Mereka memiliki tiga anak perempuan: Margaret Woodrow Wilson, Jessie Woodrow Wilson, dan Eleanor Randolph Wilson.
Istri Wilson tidak terlalu tertarik dengan kehidupan publik, meskipun dia tetap berhasil melakoni peran sebagai ibu negara.
Seni dan lukisan menjadi minat utama Ellen. Dia meninggal karena penyakit Bright pada tahun 1914.
Sepeninggal Ellen, Wilson kemudian menikahi Edith Boling Gait pada tahun 1915. Gait adalah putri seorang hakim.
Pada tahun 1919, Woodrow Wilson menderita stroke yang membuatnya lumpuh sebagian.
Istrinya, Edith, mengambil alih beberapa tanggung jawab rutin Wilson, sementara kepala departemen tetap menangani keputusan besar.
Wilson pensiun pada tahun 1921 dan tinggal Washington. Dia memiliki kegemaran pada mobil dan olahraga bisbol.
Woodrow Wilson meninggal di Washington, DC, pada tahun 1924 dan dimakamkan di Katedral Nasional Washington.[]

Perang Dingin

PERANG DINGIN
perang dingin
Perang Dingin digunakan untuk menyebut konflik antara dua negara kuat dunia yaitu Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (USSR).
Karena tidak ada perang terbuka dan lebih diwarnai dengan saling ancam dan perlombaan senjata maka digunakanlah istilah Perang Dingin.
Karena kedua negara memiliki persenjataan nuklir yang merusak, konflik dan ketegangan juga dirasakan di seluruh dunia.
Selama kurun waktu tersebut, dunia menyaksikan banyak peristiwa penting seperti Perang Vietnam, Krisis Rudal Kuba, dan runtuhnya Tembok Berlin.
Berikut adalah fakta-fakta menarik yang akan menginformasikan Anda lebih banyak mengenai peristiwa bersejarah ini.

Awal Perang Dingin

Perang Dingin berlangsung lebih dari 4 dekade dan dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II (1945) serta berlangsung hingga tahun 1991.
Perebutan kekuasaan terjadi antara komunisme dan demokrasi (atau kapitalisme), dengan keduanya berusaha untuk mendominasi yang lain.
Setelah Perang Dunia II berakhir, tidak ada negara Eropa yang cukup kuat sebagai pengimbang AS dan Uni Soviet.
Meski demikian, selama Perang Dingin tak satu pun pihak yang berminat memulai konflik terbuka dan tetap berusaha menghindari terjadinya perang nuklir.

Fakta Menarik

1. Setelah Perang Dunia II berakhir, Komunis merebut kekuasaan di Eropa Timur dengan dukungan Tentara Merah dan menduduki bagian-bagian tertentu wilayah Jerman dan Austria (disebut sebagai Jerman Timur).
2. Wilayah Barat Jerman (yang dikenal sebagai Jerman Barat) diperintah oleh Sekutu (AS, Inggris, dan Perancis), dan tetap berada di bawah pengaruh mereka selama hampir 40 tahun.
3. Pemerintah Jerman Timur mendirikan Tembok Berlin pada tahun 1961 untuk mencegah penduduk berpindah dari Jerman Timur ke Jerman Barat.
4. Pada tahun 1949, Jerman Barat berubah menjadi Republik Federal Jerman, dan Jerman Timur yang komunis menjadi Republik Demokratik Jerman.
5. Berlin, khususnya Tembok Berlin, menjadi simbol Perang Dingin dan terpecahnya Jerman serta Eropa.
6. Amerika Serikat mengadopsi kebijakan ‘Containment’ untuk menghentikan komunisme menyebar di bagian lain dunia dan tetap menjadi kebijakan AS selama empat puluh tahun ke depan.
7. Perlombaan senjata nuklir merupakan salah satu aspek paling penting dari Perang Dingin.
Uni Soviet dan Amerika Serikat sama-sama berlomba membangun dan menumpuk persenjataan.
8. Banyak perang di wilayah lain terpengaruh oleh konflik Perang Dingin dengan yang terpenting adalah Perang Korea.
Perang antara Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) dan Republik Korea (Korea Selatan) pada tahun 1950 bisa dipandang sebagai sebuah konflik langsung antara Uni Soviet dan Amerika Serikat
9. Demikian pula Perang Vietnam (1955-1975) bisa dilihat sebagai konflik militer sebagai bagian dari Perang Dingin.
Perang Vietnam merupakan konflik antara Vietnam Utara (didukung oleh sekutu komunis) dan Vietnam Selatan (didukung oleh Amerika Serikat dan negara-negara anti-komunis lainnya).
10. Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962 sering dianggap sebagai titik puncak Perang Dingin. Meskipun akhirnya negosiasi mengarah pada kesepakatan, peristiwa ini tercatat sebagai momen paling dekat pada terjadinya konflik terbuka.
11. Sebagai efek Perang Dingin, Non-Proliferation Treaty (NPT) ditandatangani pada tahun 1968. Tujuan perjanjian ini adalah untuk mempromosikan perdamaian dan mencegah penggunaan senjata nuklir.
12. Presiden Richard Nixon dan Leonid Brezhnev menandatangani pakta Strategic Arms Limitation Talks (SALT I) pada tahun 1969. Pakta ini ditujukan untuk menghentikan permusuhan antara kedua negara.
Meskipun SALT II berhasil dinegosiasikan pada tahun 1979, AS tidak meratifikasi perjanjian tersebut karena Uni Soviet menginvasi Afghanistan pada tahun berikutnya.
13. Ketegangan meningkat lagi antara tahun 1979-1985 karena kebijakan anti-komunis keras yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan.
14. Reformasi (perestroika dan glasnost) yang diperkenalkan oleh Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, memiliki kontribusi besar dalam mengakhiri Perang Dingin.
Perestroika secara harfiah berarti restrukturisasi dan glasnost mengacu pada keterbukaan.
Restrukturisasi dan keterbukaan sistem politik Soviet adalah salah satu titik balik yang membantu mengakhiri perang dingin.
15. Pada tahun 1989 dan 1990, pasukan Soviet mundur dari Afghanistan dan Gorbachev setuju untuk penyatuan kembali Jerman.
16. Runtuhnya Tembok Berlin dan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991 menandai berakhirnya Perang Dingin.

Akhir Perang Dingin

Presiden AS, George HW Bush, dan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, mengumumkan akhir Perang Dingin di KTT Malta pada tahun 1989.
Pada 1990, Tembok Berlin hancur sepenuhnya dan reunifikasi Jerman (membuat Berlin sebagai kota bersatu tunggal) berlangsung.
Pada 1991, Uni Soviet dibubarkan sepenuhnya disusul dengan 15 republik Soviet yang mendeklarasikan kemerdekaan mereka.[]